Sunday, June 2, 2013

Tan Malaka

tan malaka
“Tuan Rumah tidak akan berunding dengan maling di rumahnya sendiri”
Barangsiapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaannya sendiri. Siapa ingin merdeka, harus bersedia dipenjara” Sumber: Dari Penjara ke Penjara

“Selama ada penindasan, selamanya itulah pula ada perlawanan. Cacingpun, yang diinjak bergerak kiri kanan, lebih-lebih manusia yang terinjak itu akan berusaha melepaskan dirinya dari injakan itu. Si Bengis Nero, menguatkan majunya Kaum Kristen. George III mengadakan Washington, yang melepaskan Amerika dari tindasan Inggris. Tsarisme di Rusia mengadakan Bolshevisme. Inggris di India melahirkan Pergerakan Boikot dan Swaray, demikianlah tak akan putus putusnya.” Sumber: Semangat Muda (1926)

DEMOKRASI
  • “Kita yakin, Rakyat sama sekali bisa pandai sendiri menimbang apa yang dinamai adil dan apa yang tidak. Kalau pengadilan itu sebelah-sebelahnya dijadikan umum, dan artinya umum itu, yaitu kalau siapapun boleh turut bicara mempertahankan diri atau dirinya orang lain, niscaya perasaan Rakyat akan bertambah-tambah. Begitu juga keberanian dan kepintarannya berbicara. Hal ini bolehlah disaksikan dengan sejarah juga.” Sumber: Parlemen atau Soviet (1921)
  • Indonesia tak perlu lari ke negara asing saja. Indonesia sendiri mempunyai “suara rakyat” itu. Di masa luhurnya Minangkabau, abad 14 sampai l6, Minangkabau berdasarkan kekeluargaan juga: Rakyat ber-raja pada Penghulu Penghulu ber-raja pada Mufakat Mufakat ber-raja pada alur dan patut. Jadi raja yang diakui lebih tinggi dari Penghulu sebagai wakil rakyat ialah kata Mufakat. Tetapi “Kata Mufakat” itu mesti diperoleh dengan perundingan yang merdeka, tenang, dan luas. Putusan yang diperoleh tiadalah takluk pada Kata Raja atau laskarnya, melainkan pada Alur (logika) dan Patut (keadilan). Sumber:Politik (1945)
  • “Di minangkabau, dimana famili Negara itu kira-kira 100 tahun lalu berdasar demokrasi, tiap-tiap orang tahu undang-undang, dan tahu menjalankan undang-undang. Pada masa itu baik laki-laki, baik perempuan, ya kanak-kanak gemar bicara gemar mengunjungi suatu perkara (rechtszaak) dimana tiap-tiap orang merdeka berbicara. Seorang yang paling miskin pun boleh menuduh, boleh menjadi saksi.” Sumber: Parlemen atau Soviet (1921)
  • “Pengadilan pada ”masa adat” itu adalah umum sekali, dan termasuk sekali pada hati dan pikiran seluruh Rakyat Minangkabau. Beberapapun sukarnya perkara, selalu ia dilakukan Rakyat sendiri. Tetapi sesudah ”Pengadilan Rakyat” itu diganti dengan anggota ”Pengadilan Pemerintah zaman sekarang”, maka segala pengetahuan Rakyat dalam hal undang-undang itu hampir sama sekali hilang, begitu juga kepandaian dan bijak berbicara. Sisa peraturan yang kuno itu sekarang di Mingangkabau masih didapat pada orang-orang tua baik laki-laki, baik perempuan; mereka masih kenal adat dan undang-undang di luar kepala.” Sumber: Parlemen atau Soviet (1921)

HUKUM
  • “Hukum atas alasan apa, dengan cara bagaiamana dan bilamanapun yang dijatuhkan oleh seseorang ataupun segerombolan orang atas orang lain atau gerombolan lain, adalah salah, dhalim dan berbahaya kalau hukuman itu merugikan kepentingan hasrat serta perjuangan Murba kaum terbesar dalam masyarkat ber-revolusi itu.” Sumber: GERPOLEK – Hukum Revolusi (1948)
  • “Hukum revolusi yang sesungguhnya yang bisa kekal, ialah hukum untuk Murba, dari Murba dan oleh Murba. hukum revolusi-pun seperti semua barang di dunia bersifat relatif, bersangkut paut! Dalam hal hukum revolusi adalah bersangkut paut dengan kepentingan Murba!” Sumber: GERPOLEK – Hukum Revolusi (1948)

 PERANG
  • “Tentara yang menjadi idaman kita, ialah Tentara Rakyat. Tentara Rakyat, ialah Tentara yang terdiri dari Rakyat, yang berjuang untuk kepentingan dan cita-cita Rakyat.”  Sumber: GERPOLEK – Gerilya – Politik – Ekonomi – (1948)
  • “Laskar Kemerdekaan, walaupun biasanya miskin dan tiada bersenjata, lebih kuat dari pada Laskar Imperialisme, karena dasar dan makudnya lebih tinggi.” Sumber: Semangat Muda (1926)
  • “Taktik dan Laskar Gerilya adalah senjata yang maha-tajam bagi Rakyat Miskin tertindas; bersenjata serba sederhana saja, untuk menghalaukan musuh yang bersenjatakan modern.”  Sumber: GERPOLEK – Gerilya – Politik – Ekonomi – (1948)
  • “Bagi bangsa Indonesia sendiri, maka perang yang dilakukannya semenjak Proklamasi itu, bukanlah satu peperangan untuk menindas bangsa Asing. Dalam semua pertempuran yang sudah berlalu sampai sekarang Rakyat Indonesia sama sekali tiada mempunyai hasrat hendak merampas Negara Asing, serta memeras dan menindas Rakyatnya Negara Asing itu. Rakyat/Pemuda Indonesia cuma mempunyai satu hasrat, ialah memerdekakan Negaranya dari Kedaulatan dan Kekuasaan bangsa Asing. ”  Sumber: GERPOLEK – Gerilya – Politik – Ekonomi – (1948)
  • “Perang Kemerdekaan Indonesia tiada akan berharga sepeserpun bagi kaum Murba kalau hasilnya cuma menukar Pemerintah Asing dengan Pemerintah Putra Bumi. Kalau cuma menukar pemerintahannya orang berkulit putih dengan Pemerintah orang berkulit coklat. Pemerintah orang berkulit coklat akan langsung atau tidak langsung, cepat atau lambat menjadi Pemerintah Boneka, kalau 100 % kebun, pabrik, tambang, pengangkutan, dan Bank berada di tangan Asing, seperti di zaman “Hindia Belanda”. Sumber: GERPOLEK – Gerilya – Politik – Ekonomi – (1948)
  • “Perang Kemerdekaan Indonesia baru berhasil, kalau sehabisnya Perang juga (bukan kelak dikemudian hari) 100 % para pemimpin Negara langsung dipilih dan bisa diberhentikan oleh Rakyat Indonesia. Dan kalau disamping Pemerintah yang 100 % Indonesia itu SEKURANGNYA 60 % kebun, pabrik, tambang, pengangkutan, Bank, dll DIMILIKI, DIKUASAI, DIURUS dan DIKERJAKAN oleh Negara dan Murba Indonesia.”  Sumber: GERPOLEK – Gerilya – Politik – Ekonomi – (1948)

REVOLUSI
  • “Revolusi bukanlah suatu pendapatan otak yang luar biasa, bukan hasil persediaan yang jempolan dan bukan lahir atas perintah seorang manusia yang luar biasa. Kecakapan dan sifat luar biasa dari seseorang membangun revolusi, mempercepat atau memimpinnya menuju ke kemenangan, tetapi ia tidak dapat menciptakan dengan otaknya sendiri-“ Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Revolusi ialah yang disebabkan oleh pergaulan hidup, satu hakekat tertentu dari perbuatan-perbuatan masyarakat.” Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Revolusi timbul dengan sendirinya sebagai hasil dari berbagai keadaan.” Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Selama orang percaya bahwa kemerdekaan akan tercapai dengan jalan putch atau anarchisme hanyalah impian seorang yang lagi demam.” Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Jika kita mau mengumpulkan dan memusatkan tenaga-tenaga revolusioner di Indonesia dengan jalan massa aksi yang tersusun buat merantapkan kemerdekaan nasional, tentulah kita mesti mempunyai satu partai yang revolusioner.” Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Partai mesti berhubungan rapat dengan massa terutama dalam saat yang penting, dengan segala golongan Rakyat dari seluruh kepulauan Indonesia. Dengan tidak berhubungan seperti itu, tak akan ada pimpinan yang revolusioner.” Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Dengan jalan revolusi dan perang kemerdekaan nasional-lah (yang dapat dimasukkan ke dalam revolusi sosial!!!), maka sekalian negeri besar-besar yang modern, tidak ada kecualinya, dapat melepaskan diri dari kungkungan kelas dan penjajahan.” Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Revolusilah, yang bukan saja menghukum, sekalian perbuatan ganas, menentang kecurangan dan kelaliman, tetapi juga mencapai sekalian perbaikan bagi yang buruk.” Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Di dalam masa revolusilah tercapainya puncak kekuatan moril, terjadinya kecerdasan pikiran dan memperoleh segenap kemampuan untuk pendirian masyarakat baru.” Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Satu kelas atas satu bangsa yang tidak mampu melemparkan peraturan-peraturan kolot serta perbudakan dengan perantaraan revolusi, niscaya musnah atau ditakdirkan menjadi budak buat selama-lamanya.” Sumber: Aksi Massa 1926
  • “Revolusi itu menciptakan!” Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Tidak, tak ada sesuatu program revolusioner yang berarti, jika tak ada pergerakan revolusioner.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Jika kita dalam perjuangan revolusioner tidak mengambil inisiatif duluan, maka lawan mendapatkan keuntungan menguasai kemauan dan perbuatan ktia sehingga kita dipaksa dalam keadaan pasif melumpuhkan.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Pada pukulan terakhir yang menentukan, kita hanya bisa mendapat kemenangan, jika kita juga mengambil inisiatif bertahan. Agar supaya pukulan terakhir yang menentukan itu dapat mewujudkan tujuan kita.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Supaya Kaum Buruh aman dan sentosa memiliki perusahaan dan semua hasilnya perusahaan, maka haruslah ia merebut politik-negeri. Kaum-Hartawan dan budaknya dari Kasta Tengah atau Kaum Sosial-Demokrat haruslah diusir dari pemerintahan negeri. Kalau tidak begitu ia akan memogoki (saboteeren) semua peraturan yang baik buat Kaum-Buruh dan menunggu waktu yang baik, dimana ia bisa memakai laskar, armada, justisi, polisi dan bui buat menindas peraturan ekonomi kaum buruh, seperti yang kita rancangkan diatas. Bersama dengan Pemerintah-negeri, haruslah dengan sekejap Laskar, Armada, Justisi, Polisi dan Didikan dijadikan merah. Artinya itu, semua anggota ini, haruslah jatuh di bawah kekuasaan Kaum-Buruh dan seberapa bisa diisi dengan Kasta Kaum Buruh sendiri.” Sumber: Semangat Muda (1926)

REVOLUSI INDONESIA
  • “Tanpa MERDEKA 100% Indonesia takkan bisa mengadakan kemakmuran cukup buat dirinya sendiri.” Sumber:Politik (1945)
  • “Pergerakan revolusioner di Indonesia selalu masih ada” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Jika Diponegoro dilahirkan di Barat dan menempatkan dirinya di muka satu revolusi dengan sanubarinya yang suci itu, boleh jadi akan dapat menyamai perbuatan-perbuatan Crommwell atau Garibaldi. Tetapi ia menolong perahu yang bocor, kelas yang akan lenyap.” Sumber: Aksi Massa (1926)
  • “Jika sekiranya pulau Jawa mempunyai borjuasi nasional yang revolusioner dan Diponegoro dalam perjuangannya melawan Mataram dan Kumpeni pastilah ia akan berdiri di sisi borjuasi itu.” Sumber: Aksi Massa 1926
  • “Pengupasan yang cocok betul atas masyarakat Indonesia syarat terutama untuk mendapat perkakas revolusi, dan itu pulalah yang menjadi syarat pertama yang mendatangkan kemenangan revolusi kita.” Sumber: Aksi Massa 1926
  • “Revolusi Indonesia sebagian kecil menentang sisa-sisa feodalisme dan sebagian yang terbesar menentang imperialisme Barat yang lalim ditambah lagi oleh dorongan kebencian bangsa Timur terhadap bangsa Barat yang menggencet dan menghinakan mereka.” Sumber: Aksi Massa 1926
  • “Revolusi Indonesia, bukanlah Revolusi Nasional SEMATA-MATA, seperti diciptakan beberapa gelitir orang Indonesia, yang maksudnya cuma membela atau merebut kursi buat dirinya saja, dan bersiap sedia menyerahkan semua sumber pencaharian yang terpenting kepada SEMUANYA bangsa Asing, baik MUSUH atau sahabat. ”  Sumber: GERPOLEK – Gerilya – Politik – Ekonomi – (1948)
  • “Revolusi Indonesia, mau tak mau terpaksa mengambil tindakan ekonomi dan sosial serentak dengan tindakan merebut dan membela kemerdekaan 100%. Revolusi kemerdekaan Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan dibungkusi dengan revolusi-nasional saja. Perang kemerdekaan Indonesia harus DI-ISI dengan jaminan sosial dan ekonomi sekaligus.”  Sumber: GERPOLEK – Gerilya – Politik – Ekonomi – (1948)
  • “Demarkasi revolusi terang tercantum di depan kita! Di sebelah sana adalah penjajah yang dengan tentara dan kaki tangannya bangsa Indonesia sendiri, sedang menghancurkan Republik dan mengembalikan rakyat Indonesia ke Status Terjajah dengan perjanjian Linggarjati dan Renville.” Sumber: GERPOLEK – Hukum Revolusi (1948)
  • “Di sebelah sini adalah Murba dan pemimpinnya yang dengan jalan membatalkan Linggarjati dan Renville serta bermaksud mengusir tentara Belanda serta penjajah Belanda.” Sumber: GERPOLEK – Hukum Revolusi (1948)
  • “Siapa yang melewati garis demarkasi dan memasuki front musuh dan menentang front Murba adalah musuh revolusi.” Sumber: GERPOLEK – Hukum Revolusi (1948)
  • “Bajing itu bisa hilang bulunya, tetapi tak akan hilang nafsunya buat mencuri kelapa. Selama giginya ada, tak ada kelapa yang boleh dipercayakan kepadanya. Muslihat yang benar ialah mencabut giginya atau memotong lehernya sama sekali. Selama peraturan ekonomi, politik, dan sosial Inggris masih seperti sekarang, yaitu kapitalis, selama itulah pula nafsunya buat menjajah negara lain bergelora. Imperialisme Inggris bisa pura-pura jujur kalau ada “pelor” di depan dadanya. Persis seperti kucing patuh jinak selama ada tongkat di depannya. Begitu juga Belanda.” Sumber: Muslihat (1945)
  • “Soal sikap yang penting dan tegas yang dihadapi oleh Rakyat Indonesia yang sekarang sedang memperjuangkan kemerdekaannya ialah: 1) Menerima bantuan (lahir-batin) dari blok Amerika. 2) Menerima bantuan (lahir-batin) dari blok Sosialis. 3) Mengadakan Blok Asia-Afrika 4) Berdiri atas self-help (kekuatan sendiri/diri sendiri) serta menerima bantuan batin (politik dan budi) dari dunia Luar” Sumber:Getrennt Marschieren Vereint Schlagen – Berpisah Kita Berjuang, Bersama Kita Memukul (6 Mei 1948)

REVOLUSI RUSIA
  • “Sebenarnya ialah karena ekonominya tanah Rusia lantaran peperangan besar tahun 1914 ini jatuh sendiri. Kaisar Rusia tidak bisa perang terus, sebab uang habis, Rakyat kelaparan, serdadupun kekurangan obat bedil dan senjata. Kerajaan itu dijatuhkan oleh kaum kapitalis di bawah pimpinan Milyukof, dan Republik kemodalan ini dijatuhkan pula oleh kaum Sosial Demokrat yang dipimpin oleh Karenski. Kaum ini tidak bisa memutuskan perhubungan dengan lembaga-lembaga kaum modal sama sekali, dan tidak bisa memberi makanan, rumah-rumah dan pakaian pada Rakyat yang dalam kemelaratan sangat, dan terutama sekali tidak bisa memperhentikan peperangan untuk kaum modal serikat (Inggris, Perancis dsb). Sebab kemelaratan Rakyat bertambah-tambah, maka tibalah saatnya bagi kaum Bolshevik untuk mengatur ekonomi negeri. “ Sumber: Parlemen atau Soviet (1921)
  • “Berulang-ulang kita sudah bicarakan, bahwa Bank itu pada masa sekarang besar sekali pengaruhnya. Di mana-mana ia meminjamkan uang sama satu pabrik atau perusahaan kebun, sehingga industri sesuatu negeri biasanya takluk pada Bank itu. Pun di Rusia kelihatan kekuasaannya. Pabrik-pabrik yang sudah jatuh di tangan kaum buruh tiada akan dipinjami uang lagi oleh tuan bank, kalau masih diadakan kontrolnya kaum Bolshevik. Lantaran ini, maka sesuatu pabrik niscaya mesti ditutup atau dihapuskan kaum buruh, supaya si Kapitalis bersimaharajalela kembali seperti dahulu kala” Sumber: Parlemen atau Soviet (1921)
  • “Seperti Parlemen mempunyai sifat untuk mengekalkan si Buruh, demikianlah sifat Soviet itu untuk menghilangkan kemodalan. Seperti wakil dalam Parlemen terutama mewakili harta benda, begitulah Soviet itu mewakili Rakyat dan datangnya wakil bukan dari atas melainkan dari Rakyat sendiri. Yang terutama sekali harus dihilangkan sifat birokratis itu. Sebab itulah, maka wakil itu tidak mesti membikin undang-undang saja (Parlemen), tetapi haruslah membikin dan menjalankan undang-undang sama sekali. Seperti dalam suatu Kongres, maka yang memvoorstel itulah pula yang biasanya menjalankan. Bukanlah seperti dalam negeri beralasan Parlementerisme, yang membikin undang-undang itu dipisahkan dengan yang menjalankan, sehingga biro-birolah yang berkuasa. Lagi pula, haruslah wakil yang tiada sanggup atau kelihatan tidak sanggup, atau curang, dalam segenap waktu boleh dipecatkan. Sebab itu, waktu memilih itu jangan sekali dalam 3 atau 6 tahun umpamanya. Dengan jalan ini, wakil itu bisa sekali campur dengan Rakyat dan Rakyat selalu bisa memeriksa pekerjaannya, dan tiadalah sempat ia menjadi pejabat yang percaya sama laporan-laporan saja, sehingga ia menjadi bertentangan dengan Rakyat.” Sumber: Parlemen atau Soviet (1921)

IMPERIALISME
  • “Kapitalisme dan politik memungut jajahan (imperialisme) adalah sebagai badan dan nyawa, tak boleh bercerai-berai. Oleh karena tidak satu saja di atas dunia negeri yang beralasan kapitalisme, maka datanglah perlombaan buat merebut jajahan untuk indsutri masing-masing.” Sumber: Parlemen atau Soviet (1921)
  • “Dalam politik rampas merampas (imperialisme) itu kaum uang dibantu keras, tidak oleh meriam dan dinamit saja, tetapi juga oleh sekolah-sekolah, surat-surat kabar, ya, gereja-gereja, segala tipu muslihat busuk dan baik dipakai, untuk menambah kuatnya kaum sendiri dan membusukkan kaum pihak musuh.” Sumber: Parlemen atau Soviet (1921)
  • “Rakyat Indonesia sekarang telah yakin, bahwa tak dapatlah diharapkan sesuatu pun dari pemerintah imperialisme” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Orang Indonesia tak dapat lagi digertak dan ditindas. Selamat jalan jiwa-jiwa budak dan…buat selama-lamanya”. Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Kamu tak akan kehilangan sesuatu milikmu kecuali belenggu budakmu” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Jika imperialisme tak ada lagi, perang imperialis pun tak akan ada.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Selama Indonesia ke dalam tetap bersatu dan solider, selama itu mereka (Negara Imperialis) akan menangguhkan usahanya merampas Indonesia. Akan tetapi begitu lekas perpecahan di dalam, mereka akan segera mendapatkan jalan melaksanakan untuk sekian kalinya politik devide et imperanya (memecah belah rakyat dalam golongan-golongan untuk dikuasai) Indonesia terdiri dari pelbagai pulau yang berada pada pelbagai tingkatan kebudayaan, memberikan lapangan baik bagi pencuri-pencuri internasional.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Hal demikian itu (perpecahan) baru kita jaga jangan sampai terjadi! Tetapi bukannya dengan wajangan kebijaksanaan yang kosong. Hanya suatu program yang benar-benar bertujuan memperjuangkan kepentingan-kepentingan materiil seluruh rakyat dan dilaksanakan dengan jujur dapat menciptakan satu setia-kawan, satu setia kawan yang akan mampu menghancurkan imperialisme” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)

KAPITALISME
  • “Terdapat cukup alasan yang meramalkan bahwa kapitalisme dunia segera akan runtuh.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Jika kita bayangkan kapitalisme sebagai satu gedung dan negeri-negeri di dunia adalah tiap-tiap yang mendukung gedung itu, maka Indonesia merupakan salah satu dari tiang-tiang itu” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Jika kapitalisme kolonial di Indonesia besok atau lusa jatuh, kita harus mampu menciptakan tata tertib baru yang lebih kuat dan sempurna di Indonesia.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  •  “Dalam mencari keuntungan, baik dengan jalan damai maupun dengan jalan peperangan, maka kaum modal itu dibantu oleh undang-undang yang beralasan kapitalisme itu. Sekolah-sekolah pertengahan dan yang tinggi-tinggi cuma bisa dimasuki oleh anak-anak kaum hartawan juga, dan kaum kromo terpaksa disebabkan kemiskinannya segera menarik anaknya dari sekolah, supaya kanak-kanak itu bisa menolong orang tuanya mencari penghidupan. Oleh sebab itu, maka dalam pabrik-pabrik dan kereta-kereta, kaum Kromolah juga yang jadi kaum buruh, sedangkan anak-anak hartawan itu bisa menjadi pemimpin atau bisa memiliki mata pencaharian yang besar-besar (productiemiddelen).” Sumber: Parlemen atau Soviet (1921)

KOMUNISME
  • “Negara Soviet sebenarnya belum mewujudkan komunisme” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Negara Soviet akan berhenti sebagai negara, yaitu sebagai alat penindas dari proletariat, jika orang-orang borjuasi sebagai pemeras dan penindas telah dibasmi atau berubah menjadi anggota pekerja masyarakat komunisme.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • Tingkat ini dinamai juga ”Diktatornya kaum Proletar”. Artinya itu, pada waktu ini kaum buruh terpaksa mengadakan lembaga dan undang-undang yang bertentangan dengan keperluannya kaum modal. Karena sifat-sifatnya peraturan ekonomi, pendidikan, engadilan, militer, parlementerisme dan sebagainya sama sekali bertentangan dengan keperluannya kaum buruh, maka haruslah dibangunkan pula lembaga-lembaga yang melawan sifat kemodalan dan mengandung bibit sosialisme. Sumber: Parlemen atau Soviet (1921)
ISLAM
  • “Adakah ke Esaan yang lebih pasti dan persamaan manusia dan manusia terhadap Tuhan lebih nyata dari pada agama Islamnya Muhammad SAW?  Sumber: Islam dalam Tinjauan Madilog (1948)
  • “Memang pemikir yang ulung consequent yang mengesakan Tuhan mesti mengesakan kekuasaannya Tuhan itu. Kalau seketika satu saja kekuasaan dikurangi dipindahkan pada anaknya seperti pada nabi Isa, (anaknya Tuhan) atau Maryam, dan sedetik saja kekuasaan si Atom itu bisa dipegang diluar Tuhan dengan tidak izinnya Tuhan, maka kekuasaan Tuhan itu tiada absolute sempurna lagi. Walaupun si Atom dalam sedetik kalau bisa dikurangi maka kesempurnaannya dikurangi pula bukan? Sumber: Islam dalam Tinjauan Madilog (1948)
  • “Itulah maka saya anggap bahwa Agama Monotheisme nabi Muhammad yang paling consequent terus lurus. Maka itulah sebabnya menurut logika maka Muhammad yang terbesar diantara nabinya monotheisme.” Sumber: Islam dalam Tinjauan Madilog (1948)
  • “Saat ini, Pan-Islamisme berarti perjuangan untuk pembebasan nasional, karena bagi kaum Muslim Islam adalah segalanya: tidak hanya agama, tetapi juga Negara, ekonomi, makanan, dan segalanya. Dengan demikian Pan-Islamisme saat ini berarti persaudaraan antar sesama Muslim, dan perjuangan kemerdakaan bukan hanya untuk Arab tetapi juga India, Jawa dan semua Muslim yang tertindas. Persaudaraan ini berarti perjuangan kemerdekaan praktis bukan hanya melawan kapitalisme Belanda, tapi juga kapitalisme Inggris, Perancis dan Itali, oleh karena itu melawan kapitalisme secara keseluruhan. Itulah arti Pan-Islamisme saat ini di Indonesia di antara rakyat kolonial yang tertindas, menurut propaganda rahasia mereka – perjuangan melawan semua kekuasaan imperialis di dunia. Ini adalah sebuah tugas yang baru untuk kita. Seperti halnya kita ingin mendukung perjuangan nasional, kita juga ingin mendukung perjuangan kemerdekaan 250 juta Muslim yang sangat pemberani, yang hidup di bawah kekuasaaan imperialis.  Sumber: Komunisme dan Pan-Islamisme (1922)
ORGANISASI DAN PERGERAKAN
  • “Seseorang dalam seumur hidupnya bisa bertukar dari revolusioner menjadi konservatif atau anti-revolusioner atau sebaliknya dari konservatif bertukar menjadi revolusioner. Yang menjadi pendorong dalam pertukaran paham itu biasanya perjuangan kelas dalam masyarakat itu.” Sumber: Kata Pengantar, Dari Ir.Soekarno sampai ke Presiden Soekarno, (1948)
  • “Disiplin itu, ialah nyawanya suatu pergerakan revolusioner.” Sumber: Semangat Muda (1926)
  • “Buruk baiknya partai, cerdas bodohnya partai, rajin malasnya tergantung pada sifat para anggotanya pula! Kepintaran, keyakinan dan ketabahan seluruhnya anggota partai pula”. Sumber: Pandangan dan Langkah Partai Rakyat (31 Juli 1948)
  • “Partai Komunis berdiri atas Massa-Aksi, yakni Aksi beramai-ramai dan Massa-Aksi ini bersamping kepada demonstrasi. Demonstrasi-politik, dijalankan dengan tuntutan politik. Kalau yang menuntut cukup kuat dan gembira, maka hak-politik itu boleh direbut dengan kekarasan.” Sumber: Semangat Muda (1926)
  • “Pimpinan itu baru bisa sempurna, kalau perhubungan atau kontak dengan Rakyat sempurna pula. Tanpa kontak satu Partai tak bisa memberi pimpinan, karena ia terlampau maju di muka atau terlampau tinggal di belakang Rakyat.” Sumber: Semangat Muda (1926)
  • “Supaya hubungan dengan Rakyat Melarat rapi sekali, maka Organisasi kita memeluk dasar Demokratis Sentralisme. Artinya ini Sentralisasi Pekerjaan yang dilakukan dengan semangat demokratis atau sama rata. Jadi semua anggota Revolusioner dan semua anggota Revolusioner, seperti P.K.I, S.R, Serikat Buruh, JOI, d.s.g, masing-masingnya harus bekerja menurut kekuatan masing-masing, pekerjaan mana mesti teratur dan terkumpul.” Sumber: Semangat Muda (1926)
  • “Kecuali benarnya suatu program, sukses kita dalam perjuangan revolusioner tergantung pada benarnya taktik dan strategi kita.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Jika organisasi-organisasi politik dan ekonomi kita tersebut telah dapat menunjukkan cukup kecakapan, disiplin, kesadaran, kemauan dan kegairahan maka kemudian tiap-tiap perjuangan taktis pada tiap waktu dapat diubah menjadi perjuangan strategis.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • “Bedanya Partai kita dengan Partai Sosial Demokrat, yakni beda bekerja. Pada Partai Sosial Demokrat yang bekerja itu cuma pemimpinnya, tetapi anggotanya pasif saja. Sebab itulah Partai Sosial Demokrat sangat birokratis. Semua anggota menurut saja apa perintah pemimpinnya, sama betul dengan demokratisnya Parlamentarisme Kaum Hartawan, yang juga terbagi atas Menteri yang aktif dan mengerjakan sekalian pekerjaan dan anggota Parlemen, yang kerjanya mengomong saja.” Sumber: Semangat Muda (1926)
  • “Pada Partai Komunis semuanya anggota harus bekerja, kecil atau besar (propaganda, kursus, membagi surat kabar, buku, mengerjakan administrasi d.s.g menurut kecakapan masing-masing), sehingga demokrasi atau sama rata kita artinya “sama rata bekerja.” Sifat Demokratis Sentralisme itulah yang bisa menghilangkan birokratisme, dan ialah yang mendidik pimpinan sampai kuat dan plastis.” Sumber: Semangat Muda (1926)
  • “Walaupun kita internasionalistis, tiadalah bisa kita mengambil saja Organisasi Buruh di Eropa atau Amerika dan tanpa kritik, menanam Organisasi itu di negeri kita. Organisasi-pindahan semacam itu akan mati sendirinya saja, seperti gandum Eropa, kalau dipindahkan ke Indonesia niscaya akan mati juga. Kita harus dengan semangat Marxisme, memeriksa keadaan ekonomi, sosial dan kebudayaan di negeri kita, memeriksa banyak, kuat dan kualitasnya kasta-kasta yang ada di Indonesia dan menyusun tiap-tiap Kasta yang terhimpit pada masing-masing Barisan dan menyusun semuanya Barisan dari semuanya Kasta itu pada Tentara Nasional, buat memecahkan musuh dari dalam ataupun luar negeri.” Sumber: Semangat Muda (1926)

PEMIKIRAN
  • “Kelahiran suatu pikiran sering menyamai kelahiran seorang anak. Ia didahului dengan Penderitaan-penderitaan pembawaan kelahirannya.” Sumber: Naar de ‘Republiek Indonesia’Menuju Republik Indonesia (1925)
  • Bagi seseroang yang hidup dalam pikiran yang mesti disebarkan, baik dengan pena maupun dengan mulut, perlulah pustaka yang cukup. Seorang tukang tak akan bisa membikin gedung, kalau alatnya seperti semen, batu tembok dan lain-lain tidak ada. Seorang pengarang atau ahli pidato, perlu akan catatan dari buku musuh, kawan ataupun guru. Catatan yang sempurna dan jitu bisa menaklukan musuh secepat kilat dan bisa merebut permufakatan dan kepercayaan yang bersimpati sepenuh-penuhnya. Baik dalam polemik, perang-pena, baik dalam propaganda, maka catatan itu adalah barang yang tiada bisa ketinggalan, seperti semen dan batu tembok buat membikin gedung. Sumber:Madilog (1943)
  • “Nietsche, ialah Nabi-Imperialisme, yang menyangka, bahwa peradaban itu mesti terbawa oleh kemenangan suatu bangsa atas bangsa yang lain. Inilah filosofi imperialisme, yakni Kultur Paksaan, Peradaban Militerisme & Peperangan, serta Peradaban bunuh membunuh sesama manusia dengan maksud hendak menindas dan memeras bangsa yang lemah. Nietsche ialah Zenith atau puncak Peradaban, yang tergambar oleh Arjuno, Iskandar Zulkarnain, Napoleon dan Wilhem II.” Sumber: Semangat Muda (1926)
  • “Akuilah dengan yang putih bersih, bahwa kamu sanggup dan mesti belajar dari orang Barat. Tapi kamu jangan jadi peniru orang Barat, melainkan seorang murid dari Timur yang cerdas, suka memenuhi kemauan alam dan seterusnya dapat melebihi kepintaran guru-gurunya di Barat.” Sumber: Aksi Massa 1926
  • “Ada penulis bangsa Inggris yang mengatakan bahwa sejarah dunia adalah riwayat hidupnya orang besar. Ucapan itu sudah jelas tidak benar. Tidak benar, karena mengabaikan peran rakyat banyak di dalam mempengaruhi jalannya perkembangan sejarah.” Sumber: Kata Pengantar, Dari Ir.Soekarno sampai ke Presiden Soekarno, (1948)

Monday, May 13, 2013

PENDIRIAN AKHBAR UTUSAN MELAYU @UTUSAN MALAYSIA DULU DAN KINI

Akhbar dan suara rakyat

Aziz Ishak, baja urea, kerajaan Perikatan Tunku Abdul Rahman dan kepentingan kaum pemodal@kapitalis Barat.
Cerita kebebasan akhbar, pengaruh Sang Penguasa dan kepentingan perniagaan kaum pemodal atau kapitalis Barat dapat dilihat dengan jelas dalam isu “Aziz Ishak dan isu Baja Urea” dan kerajaan Perikatan yang dipimpin Tunku Abdul Rahman.  Peristiwa ini telah dirakamkan oleh Said Zahari, Meniti Lautan Gelora – Sebuah Memoir Politik,  Universiti Kebangsaan Malaysia dan Utusan Publications & Distributors Sdn Bhd, 2001:74-75.     
Mari kita kutip bulat-bulat@sepenuhnya isi-isi pokok yang dibentangkan oleh Said Zahari:
i) Krisis ini juga ada kaitannya dengan kaum tani dan sekali lagi, Aziz Ishak terlibat.  Menteri Pertanian ini amat ghairah dan gigih merancangkan pembangunan kilang baja urea untuk menampung keperluan baja kaum tani di Malaya.
ii) Kilang baja urea itu akan didirikan oleh syarikat kerjasama anjuran kementeriannya.
iii) Aziz Ishak telah mendapatkan nasihat kepakaran daripada Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu, tetapi Kerajaan Perikatan tidak merestuinya.
iv) Syarikat-syarikat swasta pengimport baja dari barat menentang projek ini. 
v) Tunku Abdul Rahman sendiri menentang rancangan ini.
vi) Aziz Ishak memerlukan restu dan bantuan kerajaan tetapi Menteri Kewangan Tan Siew Sin dan Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman menentangnya dengan keras.
vii) UMNO hampir berpecah kerana isu baja urea ini.  Ada yang menyokong dan ada yang menentang rancangan Aziz Ishak.  Perpecahan telah dielakkan semata-mata kerana pengaruh peribadi Tunku, bukannya kerana menolak rancangan kilang baja urea itu.
II.  Apakah pendirian Utusan Melayu dalam isu ini?
i) Sekali lagi Utuasan Melayu mengambil pendirian yang bertentangan dengan dasar Tunku Abdul Rahman dalam soal kilang baja urea ini.
ii) Said Zahari dan rakan-rakan di Utusan Melayu melihat isu baja urea sebagai isu neo-kolonialis, isu kaum kapitalis barat yang mahu menguasai Malaya yang merdeka melalui ekonomi negara.
iii) Utusan Melayu secara tegas memberikan sokongannya dan mengkritik sikap kerajaan yang enggan menyokong projek-projek tersebut yang sudah jelas akan menguntungkan kaum tani.
iv)  Sekali lagi aku disindir oleh beberapa orang diplomat barat kerana sokongan Utusan Melayu kepada projek baja urea anjuran Aziz Ishak.  Kata mereka, ia ‘berbau sosialis’.  Kataku, kalau  projek itu dianjurkan oleh Menteri Kewangan Tan Siew Sin sekalipun, Utusan Melayu tetap akan menyokongnya.  Kerana yang akan untung, kataku adalah kaum tani Malaya dan yang rugi, kaum kapitalis.
v) Aku adalah wartawan bukannya diplomat.  Aku tidak tahu bahasa diplomat.
III.  Senarai soalan dan persoalan untuk renungan bersama. 
i) Lihatlah perbezaan nyata di antara Utusan Melayu, zamannya Said Zahari dan Utusan Meloya zamannya boleh-berbohong-jika-menguntungkan parti, UMNO’ sekarang ini?
ii) Apakah zaman kegemilangan akhbar Melayu ini akan kembali lagi?  Jika ya, bila lagi?
iii)  Ke mana perginya benih-benih wartawan berjiwa besar seperti Said Zahari ini?
iv)  Bila agaknya kita akan mengumpulkan dan membukukan segala rekod zaman silam zaman kegemilangan dunia kewartawanan Melayu ini, rekod untuk rujukan generasi yang akan datang?

MENGENANG AZIZ ISHAK MENTERI PERTANIAN YANG TERHEBAT

Aziz Ishak Yang Saya Kenali

Kisah ini saya ambil dari Rahmanhariri.blogspot.com

Sempena Hari Malaysia 16 September ni, saya persembahkan kenangan abadi kami, dari kacamata kami sebagai anak Hariri dan cucu kepada datuk datuk pejuang kemerdekaan tanahair Malaysia ni.

Latiff Hariri


Sekapur Sirih
Saya benar-benar kekurangan masa untuk berblog, dan saya pasti, saya harus memindahkan kesemua penulisan saya dari Blog360 lama saya ini . Sudah tiba masanya saya pindahkan pojok ini yang saya siarkan sempena Merdeka 50 - tersiar pada 27 Ogos, 2007.
Saya percaya, rakan rakan jurutera kimia sepertimana saya akan terhutang budi dengan saorang lelaki ini, yang dengan ilham dan pandangan jauh beliau, menjadikan kita saorang jurutera yang berjaya . Tanpa pandangan jauh beliau ni, tidak mungkin industri ini menjadi begitu dinamik dan Malaysia berjaya mencapai kemajuan dihari ini.



Aziz Ishak yang saya kenali
Beliau kekal sebagai enigma walaupun hanya kepada diri saya.
Pertama kali saya bertemu beliau, saya hanya seorang budak kecil.Dia telah memandu sepanjang jalan dari KL untuk melawat kami di Lenggong pada hari itu, di mana tiadanya lebuhraya Utara-Selatan (atau mungkin dia singgah sebentar dalam peralanan ke KL dari Pulau Pinang, siapa tahu). Sudah tentu ianya amat mudah bagi beliau yang mempunyai saorang pemandu.Bagi kami kanak-kanak dalam era 60an-70an, dengan bapak yang mempunyai hanya Morris Minor yang lama, kami melihat dia dengan penuh kekaguman (terutama bagi yang mempunyai pemandu) dan pada hakikatnya, emak memberitahu kami bahawa beliau adalah saorang bekas menteri.
Saya tidak ingat banyak tentang pertemuan itu, selain bapak yang bertanya kepada pemandu beliau samaada dia ingin makan tengah hari bersama-sama dengan kami di atas meja utama dan jawapan sopannya adalah tidak . Oh, dan saya ingat dia memuji masakan emak semasa makan tengah hari dengan bergulaikan gulai tempoyak. Gulai
tempoyak emak adalah berbeza daripada hidangan tempoyak biasa kerana emak mengguna santan didalam masakan itu.
The Hariris berfoto diberanda banglo Tok Jed di Batu Maung pada tahun 1967.
Terdapat foto yang sama pada minit yang berbeza dimana kapal dilatar sudah bergerak ke arah kanan foto.

Sudah tentu sebelum pertemuan itu kami telah banyak kali ke rumahnya. Kami pernah hadiri majlis perkahwinan anak perempuannya di banglo tepi laut di Batu Maung Pulau Pinang. Ia terletak di atas bukit dan dari beranda, anda boleh melihat laut terbuka, dengan kapal-kapal yang melalui di kaki langit (Batu Maung berada di pintu masuk selatan ke Pelabuhan Pulau Pinang).
Kami kanak-kanak, berbaju koboi kami dan kolam ikan di Tok rumah Jed di Pulau PinangKami sebagai kanak kanak tahu menghayati keindahan kolam ikan di dalam rumah Tok Jed.Dan apabila kami keletihan dengan kolam ikan, kami boleh berjalan kaki menuruni bukit dari rumah dan dalam masa 5 minit kami akan di pantai Batu Maung yang indah itu. Apabila kami terasa lapar, terdapat banyak gerai-gerai menjual laksa Pulau Pinang yang terdapat sepanjang pantai, dan harganya entah beberapa sen sahaja waktu itu.
Makan laksa selepas berenang di laut Batu Maung. Sudah tentu sedap dan pedas bagi adik kami,Hasnah manakala kami bertiga menikmati makanan kami dek kerana kelaparan dan kesejukan..

Perkahwinan yang kami hadiri.

Ya, saya ingat butiran majlis ini, kerana Bapak mendokumentasikan foto foto ini mengikut susunan yang terperinci di hari percutian keluarga di Pulau Pinang pada tahun itu.

Malangnya, gambar-gambar itu telah dicuri dari rumah keluarga kami di Taiping. (Nasib baik pencuri telah kembalikan semula beberapa foto, dan dengan itu saya mampu mengemaskini pojok ini pada Ogos 2011.)

Majlis perkahwinan itu mungkin pada tahun 1967, beberapa tahun selepas beliau ditahan di bawah ISA (ditahan pada bulan Ramadhan 1965, dibebaskan lebih daripada satu tahun kemudian pada tahun 1966).
Beliau berada didalam sekatan rumah sehingga tahun 1971.Maju kehadapan tahun 1986.

Waktu itu saya baru sahaja pulang dari Melbourne dan bersenjatakan ijazah kejuruteraan kimia dan masih mencari pekerjaan, kakak saya dan saya melakukan kunjungan hormat kerumah Tok Jed di Taman TAR Ampang Jaya. Kami telah berbual seketika dengan beliau dan isterinya Tok Chah tentang beberapa kisah kini dan silam.
"Jadi, Rahman baharu pulang dari Australia? Universiti mana yang Rahman pergi? "Dia bertanya kepada saya.
"Monash," saya menjawab dengan bangganya. Dia tidak menunjukan reaksi pun dengan jawapan saya.

"Jurusan apa disana?" Dia bertanya kembali.
"Kejuruteraan Kimia, Tok Jed," jawab saya, dengan harapan kali ini akan mendapat perhatian Tok Jed, sekurangnya perkataan berteknologi ini disebut.
"Oh begitukah?!" Dia kelihatan agak terkejut. Sekarang saya rasa , saya mula mendapat perhatian beliau.
Semua secara tiba-tiba, dia bangun dan meninggalkan meja. Kami kehairanan, tetapi meneruskan perbualan kami dengan Tok Chah.
Dia datang beberapa minit kemudian bersama bukunya. Sambil membelek helain mukasurat buku tersebut,mencari muka surat yang betul, dan mengatakan sesuatu yang menggores fikiran saya.
"Tok adalah orang pertama yang membela dan menaja Universiti Malaya untuk penubuhan Jabatan Kejuruteraan Kimia, dan kini Tok berbangga mempunyai 'cucu' yang merupakan seorang jurutera kimia yang berkelayakan!" Beliau mengumumkan seperti suatu pengistiharan..
Dia menunjukkan kepada saya kandungan dalam buku ini dan memberi penekanan kepada isi kandungan buku tersebut untuk perhatian saya.
Saya teramat kagum dengan hakikatnya, selepas bertahun-tahun beliau berjuang untuk memperbaiki tahap pendidikan anak anak Melayu untuk mengambil alih semua aspek pentadbiran British, dan sanggup disingkir dalam menegak perjuangan beliau... kini telah membuahkan hasil. Saya antara buahnya, yang walaupun kecil, merupakan hasil perjuangan beliau untuk negara. Pasti, sejak zamannya, Jabatan Kejuruteraan Kimia telah ditubuhkan di Universiti Malaya, saya rasa ramai graduan yang berkaliber lahir dari pintu Jabatan ini, sebelum saya keluar dari Monash pada tahun 1985.
Dia merupakan Menteri Pertanian negara pertama di bawah kabinet Tunku pada tahun 1955. Dia menyukainya, dan menolak perpindahan ke Kementerian Kesihatan.Dia tahu dia boleh menyumbang banyak dalam portfolio yang rendah ini tetapi kritikal - tidak seperti hari ini ramai yang akan berfikir bahawa Kementerian Pertanian adalah bermakna mentera kematian kepada ahli ahli politik yang bercita-cita tinggi, tatkala ramai orang Melayu adalah petani dan pesawah. Beliau mahu anak anak watan mengambil alih pemilikan dan pentadbiran kilang baja, loji yang begitu penting kepada ekonomi negara.
Buku eksklusif ini diberi kepada saya dan kakak saya siap bertandatangan beliau sebagai tanda ingatan dari saorang datuk kepada cucu cucunya, pada malam pertemuan itu. Sudah tentu saya membacanya dari luar hingga kedalam, dan tahu apa yang beliau lalui dalam perjuangan untuk kebaikan negara ini. (Walau bagaimanapun, saya telah kehilangan buku tersebut, yang mana menurut The Star buku itu masih diharamkan di negara ini.)
Walaupun kita menyambut Hai kemerdekaan ke 50 negara, dengan begitu banyak ratib puji-pujian mereka terhadap - Onn dan Tunku, dan terlalu ramai pahlawan kita yang terkorban demi sebuah kemerdekaan, terlalu banyak nama-nama yang tidak disebut dalam ratib ini oleh penerbitan arus media utama yang mana nama nama mereka ini lebih hebat sumbangannya dari nama nama yang sering dipropagandakan oleh media mereka.
Aziz Ishak, atau lebih dikenali sebagai Tok Jed kepada kami, adalah salah seorang daripada mereka. Pemikiran beliau terlalu jauh lebih maju daripada zaman seangkatannya. Walaupun saya terlalu muda waktu itu untuk benar-benar mengetahui apa yang beliau lalui, namun saya gembira bahawa beliau telah meninggalkan satu memori bagi kami teruskan perjuangan ini. Kenangan saorang patriot dan nasionalis yang jati, yang dalam perjuangannya, bukan untuk merompak kekayaan negara untuk diri dan keluarga sendiri, malah berjuang untuk kesejahteraan rakyat terutamanya bangsa Melayu.Beliau enggan menerima sebarang anugerah atau gelaran negara dari kerajaan persekutuan selepas itu, dan tidak langsung menggunakan gelaran "Haji" pada awal nama beliau. Inikan pula gelaran yang diberi oleh kerajaan.
Beliau meninggal dunia pada bulan Jun 1999, dan saya gembira dapat memberi penghormatan terakhir kepada beliau pada hari tersebut.
Alfatihah untuk Tok Jed.
EPILOG




Buku ini bertajuk Tetamu Istimewa - Tahanan dalam Negara terhadap Bekas Menteri Kabinet oleh Aziz Ishak. Dalam bukunya, dia menerangkan secara terperinci perbezaan yang ketara antara beliau dengan Tunku dan peristiwa yang membawa kepada perletakan jawatan beliau, dan seterusnya penahanan ISA dan pembebasan selepas itu. Menurut artikel baru-baru ini tentang dirinya dalam The Star , buku ini masih diharamkan dan hanya dibenarkan akses yang terhad di perpustakaan universiti.

Saya mengambil sebahagian petikan penulisan Tok Jed atas cadangan beliau untuk penubuhan Jabatan Kejuruteraan Kimia di Universiti Malaya, pada halaman 40 ,Katanya Tok JedPada awal tahun 1962, saya menulis surat kepada Tunku Abdul Rahman, sebagai Kanselor baru Universiti Malaya, selepas perbincangan dengan beliau mengenai keperluan untuk memberi lebih penekanan terhadap pendidikan teknikal bukan sahaja di peringkat Sekolah Menengah dan Sekolah Teknikal, malah lebih dari itu diperingkat Politeknik dan U
niversiti tertinggi.
Apa yang bermain difikiran saya, tidak lain tidak bukan, juruteknik dan jurutera anak Melayu untuk perkhidmatan industri tinggi, seperti kilang baja, kilang kertas dan rakyat yang bekerja sendiri membangunkan khazanah kekayaan negara.
Saya masih ingat dalam surat itu, saya tekankan kepada Tunku tentang kemajuan sesuatu negara itu tiada maknanya jika anak bangsa masih gagal menguasai bidang teknologi dan sains. Saya tegaskan , tiada kemudahan asas langsung untuk Jabatan Kejuruteraan Industri dan Kimia di Universiti Malaya. Penafian berterusan untuk mendapatkan kemudahan latihan yang berterusan dalam bidang ini bermakna negara ini terpaksa mengimport jurutera berkelayakan tinggi untuk industri kita yang semakin berkembang, yang selama bertahun-tahun mendatang, akan terpaksa mengimport teknologi dan pekerja asing. Saya juga ingat didalam surat itu saya menyebut tentang pertemuan saya dengan Sir Alexander Oppenheim, Naib Kanselor Universiti Malaya waktu itu, tetang penekanan awal terhadap isu penubuhan Jabatan Kejuruteraan Kimia.
Dalam surat itu, saya kemudiannya menekankan hakikat bahawa ia bukan dasar kuasa penjajah untuk memperkenalkan mata pelajaran itu bagi sebab-sebab mudah bahawa bekas negara jajahan dan negara-negara baru muncul sebaiknya dibiar menjadi pembekal bahan mentah dan tidak layak mengambil bahagian dalam industri pembangunan. Dalam kes ini, saya memetik kes universiti-universiti di India, Sri Lanka, Singapura dan Afrika Selatan, tetapi berbeza dengan universiti-universiti Komanwel yang lain, dimana kursus-kursus dalam bidang kimia telah disediakan.
Untuk membuktikan pandangan saya ini benar, saya persoalkan mengapa hanya Pegawai Pegawai British yang menjadi Pentadbir di Universiti Malaya dan dikawal oleh pegawai-pegawai tersebut, bagi memastikana negara kita akan terus menjadi pembekal bahan mentah semata mata.Surat saya kepada Tunku ditutup dengan cadangan bahawa "memandangkan kita telah ketinggalan jauh dibelakang sedangkan kemajuan telah jauh meninggalkan kita didalam bidang teknologi industri, maka satu rancangan padu harus dilakukan supaya kita mampu menjadi pamain utamanya, antaranya kursus dan jurusan berasakan industri teknologi dan kejuruteraan kimia, tindakan tindakan ini perlu diambil :
oTerdapat banyaknya biasiswa Colombo dalam mata pelajaran Industri Kimia , Teknologi Kimia akan diminta dari negara-negara yang sudi membantu seperti Amerika Syarikat, Perancis, Jerman, Itali dan Belgium. Permintaan harus dibuat dari negara negara ini untuk melatih anak watan.
o Menyegerakan arahan kepada Universiti Malaya supaya menyegerakan kajian dan penubuhan kursus dalam bidang Kimia Industri, Teknologi Kimia dan Kejuruteraan Kimia pada tarikh yang terawal
o Menyediakan kursus dan menubuhkan Politeknik untuk kursus-kursus tersebut tanpa berlengah lengah lagi.
Tunku hanya sekadar menyerahkan surat saya kepada Naib Canselor, tanpa apa apa tindakan, dan jawapan maaf dari Naib Kanselor kepada saya, kerana sengaja melengah lengahkan. Tetapi selepas itu, masih tiada tindakan pro-aktof dari beliau, yang mana surat kedua saya layang kepada Tunku, menyuarakan ketidakpuasan hati saya sebagai Menteri Pertanian waktu itu atas kegagalan Sir Alexander bertindak.
Ingatan saya , sehingga ke hari ini (1976) tiada tertubuh pun satu Jabatan Teknologi Kimia dan Kimia Kejuruteraan!

Tamat teks kata kata Tok JedKIsah serba ringkas tentang Allahyarham Tok Jed boleh juga didapati di sini.
Sesaorang juga memberitahu saya bahawa Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman memecat Menteri Pertanian lewat, Aziz Ishak, kerana dia mahu kerajaan mengambil-alih monopoli kilang baja yang dipegang oleh perbadanan negara British yang besar. Aziz Ishak bertanya mengapa negara perlu memberikan kekayaan negara kepada warga asing yang mengawal komoditi yang dihasilkan di negara ini yang merupakan nadi utama kaum petani Melayu. Beliau telah dipecat dan dicemarkan nama baiknya(dibaca - difitnah).
Aziz Ishak meninggal dunia pada tahun 1999. Generasi muda kini tidak diberitahu niat murni beliau sehingga kehari beliau menghembuskan nafas terakhir beliau. Tidak tercatat, walaupun nota kecil dibawah kaki akhbar untuk mengiktiraf sumbangan beliau ke arah kesejahteraan orang Melayu yang melarat ketika era Tunku.
'X-Files' memang wujud di mana-mana negara, termasuk negara kita.Iya! Di luar sana, tetapi anda harus mencarinya. X-Files memang wujud di mana-mana negara, termasuk kita!!


Terima kasih Rahman Hariri atas tulisan ini.

Untuk kepuasan maksima bagi yang mengahayati bahasa Inggeris, sila klik disini.

Komen saya tentang penulisan RahmanHariri ini , adalah seperti berikut.

Apa yang saya pasti ingat ialah, Tok Jed ketika itu banyak bertukar pendapat dengan Bapak tentang Agama, serta bertukar tukar pendapat tentang perkembangan politik orang orang Melayu terutamanya Umno. Eh, jangan tersalah tafsir tau, Bapak bukan ahli Umno, begitu jugak dengan Tok Jed. Setahu saya, bapak lebih berminat dalam menjiwai agama, sedangkan Tok Jed pergi sebagai Ahli PAS seumur hidup, selepas di ISA kan oleh Tunku. Ya, ada persamaan dengan kisahnya DSAI tu. Ya lah, saya tidak nafikan pada awalnya, Tok Jed pun ahli Umno.

Tapi dek kerana idea dan pandangan jauh beliau tentang umat Melayu, membuat Tunku terasa kedudukan beliau tergugat,(sepertimana DRM yang tergugat dek kekuatan DSAI tu). Lalu direka cipta(dibaca - difitnah) yang Tok Jed merupakan talibarut Sukarno/Indonesia yang diwaktu itu masih hangat dengan isu Ganyang Malaysia. Memandangkan Tok Jed memang berhubung rapat dengan Ranah Minang dan akrab dengan pemimpin Indonesia waktu itu.

Tok Jed merupakan Menteri Pertanian yang pertama Malaysia. Oleh kerana itu , kaum tani, penoreh dan pesawah, nelayan sungai dsbnya, amat rapat dengan beliau dan mendapat sokongan padu dari orang Melayu bawahan. Bila idea beliau yang terlalu berwawasan itu diketengahkan:- salah satunya, pembinaan Kilang baja Urea untuk kegunaan pekebun, idea beliau mendirikan fakulti yang berkaitan kejuruteraan di Universiti, telah meperlihatkan betapa Tunku waktu itu terlalu dangkal akalnya. Dan mungkin juga 'dendam' kesumat dikalangan Ahli Umno waktu itu(mahupun kini dan selamnya, selamnya kapal selam Najib.....selamanyalah.) yang membuat beliau di ISA kan di Kem Tahanan Kamunting.

Beliau merupakan Fitnah pertama Umno terhadap ahlinya yang berjawatan Menteri. Saya ada mendengar bualan Bapak ketika itu yang menceritakan betapa keluarga Tok Jed tertekan dan malu dek fitnah itu. Walau pun waktu itu usia saya sekitar 8-9 tahun, dan saya pun mula mengenali beliau pada tahun 1971 sewaktu kehadiran beliau dirumah banglo kerajaan kami di Lenggong itu. Tetapi hubungan bapak dan Tok Jed berpanjangan bila kami berpindah ke Taiping, pasti Tok Jed datang dengan Mercedes hitam/merah bersama pemandunya, dirumah kami di Aulong itu. Disetiap pertemuan itu, kami mendisplinkan diri dengan berdiam didalam kamar bersama adik adik, kerana beranggapan Tok Jed adalah tetamu istimewa bapak, dan mereka berbincang tentang agama, politik dan hubungkait keluarga di Malaysia/Indonesia.

Bila usia dan kesihatan Tok Jed/Bapak semakin bertambah dan berkurangan, pertemuan mereka semakin terjurang. Tetapi , setiap kali cuti penggal persekolahan, saya pasti akan ke Ampang Jaya kerumah Makcak, dan sesekali akan kerumah Tok Jed/Tok Chah. Kalau tak pun kerumah Tok Tam, Tok M, tak pun kerumah Tok Pin yang kesemuanya merupakan ipar kepada Tok Jed dan rumah mereka berdekatan. Mungkin agak kekok bila berada dirumah datuk datuk ini, tetapi, bagi saya , mereka mesra dengan cucu cucu saudara mereka.

Tok Jed pergi tanpa mendapat pengiktirafan sewajarnya dari pemerintahan DrM mahupun Umno. Dan DrM meneruskan tradisi memfitnah terhadap keluarga Janaton dengan mengkambing-hitamkan Tan Sri Wan Sulaiman Pa' Wan Teh , salah saorang Hakim Tinggi Malaya yang menentang campur-tangan Eksekutif didalam Perundangan Negara. Akhirnya, Pak Lah memutihkan arwah Tok Geng (Tan Sri Wan Sulaiman) dengan membayar kesemua faedah dan ganjaran selayaknya kepada balu Allahyarham. Allahyarham , kalau tak silap saya, dikebumikan di Medan,Sumatera.

Hmmm, mungkin adik adik saya tidak tahu kisah ini, tapi, ini semua kisah yang saya dengar dan baca , samaada dari perbualan datuk datuk ini semasa hayat mereka bersama pakcik dan anak anak buahnya, mahupun melalui pakcik pakcik saya yang merupakan anak anak datuk datuk ini atau anak anak saudara mereka. Saya sebagai cucu saudara, hanya mendengar dan tersimpan dihati saya.

Apa pun, saya bangga mempunyai salasilah keluarga yang merupakan pejuang - walaupun tanpa senjata, yang pasti, senjata mereka adalah dengan penulisan mereka melalui Utusan Melayu , yang dahulunya dimiliki sepenuhnya oleh Tok Jed dan Tok Yusof( Presiden Singapura yang pertama), serta dibidang perundangan yang mereka pegang dengan tegas, tetapi akhirnya dirobek oleh DRM dan Umno. Moyang, Pa' Wan Teh merupakan hakim Melayu pertama Malaya .(kini Utusan saya haramkandari pembacaan anak anak saya)

"Oh, sebab itu abah anti Umno ya, sebab datuk datuk dahulu semuanya adalah pemimpin yang dikhianiati Umno dan akhirnya abah pun anti Umno sama", ini kata kata Izzuddin kepada saya.

Hmmm, tidak juga, kesedaran tak semestinya harus diwarisi dari asal usul kita, setiap kita akan lalui zaman yang berbeza, kita mungkin sedar tentang kezaliman yang kita alami pada era kita, anak anak mungkin akan terasa kezaliman itu perkara biasa, janji kita duduk didalam keamanan dengan nikmat kemewahan yang melimpah ruah.

Tetapi, tuntutan yang Hak terhadap Allah, bagaimana? Saya pun bukan sempurna, tetapi, sesuatu harus saya lakukan untuk kesempurnaan diri dan waris waris saya dengan berlandaskan hukum yang telah ditetapkanNya. Bukan hukum Lord Reid tu!!.

Jadi, pendirian saya lebih kepada kerana gagalnya Umno melaksanakan hukum Allah walaupun sudah 54 tahun memerintah. Kegiatan judi, arak dan yang seangkatan masih diteruskan, itu belum lagi kekayaan negara yang diwarisi oleh anak cucu mereka sahaja itu.

Dan kita bukannya penderhaka , kita adalah pejuang, mereka didalam Umno merupakan penderhaka sebenar yang menjual Malaysia sesuka hati mereka kepada bangsa dan negara luar. Dam mereka didalam UMNO yang mengagih agihkan kekayaan bumi kepada anak cucu kroni mereka!!

Kalau kita sedar, ramai pemimpin ulung nusantara ni , lahir dan asalnya dari Bukit Tinggi/Padang. Orang orang Minang ini adalah perantau, dan mereka membawa bersama mereka satu perjuangan yang mewarnai nusantara. Antaranya, selain dari Shamsiah Fakeh, Aishah Ghani, Bung HAMKA dan keluarga Janatton sendiri, walaupun tiada penghargaan dek kerana berhaluan kiri.

Kilang Baja Petronas Fertilizer terhasil dibawah DRM. Idea yang dilahirkan oleh Tok Jed seawal tahun 50-60an dan menjadi kenyataan sekitar 80an, 20 tahun ketinggalan.

Umno akan terus memadam sejarah dengan melakar diri sendiri sebagai pejuang yang sebenar.

Alfatihah untuk Tok Jed.

Latiff Hariri
0700 16092011
Hari Malaysia
LCCT Sepang.

(Bila tersiarnya artikel ini, saya sudah berada di tanah seberang mencari sesuatu untuk mengisi erti sebuah kemerdekaan sebenar, yang cuba dipadam dari sejarah oleh 'mereke-mereka' yang menjadi tali barut British!!)

AZIZ ISHAK PEMBELA RAKYAT MARHAIN

KALIMULLAH DAN AZIZ ISHAK.ANTARA PERANAP NEGARA DAN PROLITARIAT BANGSA !

gambar lelaki melayu di sebelah tunku abdul rahman itu adalah saudara aziz ishak. aziz ishak seorang pejuang marhaen. dia membawa idelisme perjuangan rakyat, rakyat yang hidupnya merempat mahu dibela.
prolitariat aziz ishak adalah bersifat menyeluruh, melayu-melayu yang susah dibantu selagi mampu. era 1950 dan 1960an idealisme perjuangan sosialisme,komunisme,libealisme,fasisme cukup menghantui ide demokrasi. pasca perang dunia pertama dan kedua, dua pertembungan ide muncul. perang dingin mewakili 2 negara besar mentor perjuangan haluan berbeda ini.
namun jangan di salah anggap aziz ishak seoerang pendokong antai demokrasi. dia sekadar memperjuangkan hak bangsa melayu. itu sahaja. bangsa melayu yang bekerja sebagai nelayan,petani,pesawah semuanya dibantu.
aziz ishak dilantik menjadi ketua umno negeri selangor yang pertama, selepas tunku memulakan inisiatif penubuhan keanggotaan umno di setiap negeri. aziz ishak bertapak selepas beliau keluar daripada parti IMP yang di asaskan oleh onn jaafar.semasa kegawatan malayan union, aziz ishak bergerak di atas platform gerakan angkatan pemuda melayu malaya.
1953 aziz ishak memulakan langkah besar perjuangannya. dia dilantik menjadi menteri pertanian dan syarikat kerjasama dalam kabinet tunku. selama hampir 10 tahun , aziz menjuarai perjuangan rakyat,memperjuangkan nasib bangsa melayu yang cukup sempit dan susah.
ide-ide pembukaan tanah-tanah baru pertanian dicanang,pembukaan tali air dan yang paling terkenal pembinaan empangan sungai muda di kedah telah melonjakkan imej negara untuk menjadi sebagai pengeluar beras terutama di rantau asean.
aziz ishak dan tunku punyai dua watak berbeda.seorang pejuang marhaen yang mementingkan perut rakyat manakala tunku masih terus berwatak anak istana yang super britishnya.
pertembungan mereka bermula apabila aziz ishak mengusulkan satu lagi projek membantu bangsa melayu, iaitu pembinaan kilang baja urea dan kertas di negeri sembilan. asas pembinaan kilang besar baja ini adalah untuk mematikan secara terus pengharapan secara langsung bangsa melayu (petani) terhadap syarikat british yang memonopoli perniagaan penting ini.
tunku menolak permintaan ini.aziz ishak membidas maka terjadi persegeseran berbulan-bulan antara perdana menteri dan pak menteri.. klimaks persengketaan dua darajat ini berlaku semasa persidangan agun umno tahun 1962.
aziz ishak dimalukan oleh para penjilat memanda menteri. ada perwakilan mahukan aziz ishak dipecat dari umno dengan talak tiga. akhirnya aziz mengalah.berundur secara terhormat kerana yakin pada perjuangan protaliat nya. aziz ishak digantikan dengan khir johari.
10 oktober 1962 tunku mengambil kata putus. aziz ishak yang bertahun-tahun coba mengenyangkan perut-perut kempis kelaparan bangsa melayu akhirnya dipecat.
hanya kerana cadangan membina kilang baja urea dan kertas ditolak, aziz ishak ditendang. aziz ishak mahu menutup ruang monopoli syarikat-syarikat british di tanah melayu. sayang cita-citanya tidak kesampaian. tunku mendengar cakap mat saleh keparat.
pada oktober 2010 juga syarikat peranap bangsa kepunyaan kalimullah hasan akan tamat kontraknya. dalam siri kronikal pendedahan aku minggu lepas, syarikat kalimullah yang bernama VPI INTERNATIONAL SDN BHD akan tamat kontraknya daripada kerajaan.
kontrak bernilai hampir RM 1billion ini akan tamat pada oktober 2010. aku mohon dan menggesa kerajaan dan LHDN untuk tidak lagi memberikan kepentingan kontrak ini kepada syarikat kalimullah. nor mohamed yakob telah melanggar tatacara pemberian kontrak, apabila dia memberikan/menganugerahkan secara terus kontrak besar ini kepada pengkhianat negara bernama kalimullah hassan !
jika tunku telah melakukan kesilapan dengan memecat aziz ishak pada oktober 1962,maka aku menggesa pihak kerajaan dan LHDN juga melakukan tindakan yang sama.menamatkan kontrak ratusan juta kepunyaan syarikat kalimullah pada oktober tahun ini..!
selepas ini aku akan terus menggodam senarai nama-nama wanted list dalam agenda aku. aku tak peduli samada dia dari umno,pas,pkr hatta agen luar terutamanya dari negara singapork !
ini perjuangan melayu baru ! melayu yang akan perjuangkan hak islam dan hak bangsanya di bumi mada-yo yang bertuah ini ! ayuh bersihkan malaysia daripada pengkhianat agama bangsa dan negara.!
ps:- abang aziz ishak yang bernama yusof ishak adalah presiden singapura yang pert